menumpuk kerjaan

Ceritanya minggu ini saya sedang menumpuk banyak kerjaan. Bukan menunda lho tapi menumpuk. Semua diiyakan, eh dari dulu juga gak pernah nolak kerjaan. Eh, nolak ding kalau waktunya tidak memungkinkan. Untuk stok toko rencana ada 8 yukata baru, 4 sudah dipotong tapi belum dijahit, 4 lagi masih gulungan kain panjang. Partner in crime saya, Yuki masih nitipin setumpuk kain untuk dijadikan yukata dan obi. Lalu mbak Agnes juga pengen dibuatkan obi. Minggu depan udah bilang mau nitip barang untuk ke teman yang ngelapak di Bandung (padahal 1 barang pun belum siap).

kain untuk yukata baru

Iya, saya lagi seneng kerja. Seneng nyari duit. Pengen kaya, pengen eksis.

Hari ini ndak sengaja buka fb temen lama. Temen ini dulu secara akademis di bawah saya tapi menilik fb-nya beliau sudah punya banyak pencapaian dibanding saya. Mendadak hati iri, mata panas pengen nangis. Sekian tahun berlalu apa sih perbedaan saya dulu dengan sekarang? Saya sih tetep ndak cantik, dompet tetep tipis, tetep ndak gaul. Yang berubah cuma saya jadi lebih tua.

Nambah umur, betapapun iri saya sama orang-orang, saya selalu diingatkan bahwa itu perasaan yang sangat ga layak dipelihara. Tiap orang punya standar pencapaian sendiri, tiap orang punya jatah rejeki masing-masing. Temen saya yang dulu ga pernah kemana-mana, sekarang bisa jalan-jalan ke mana-mana, saya yang dulu doyannya main ke mana-mana sekarang malah lebih nyaman di rumah. Temen saya isi rekeningnya sudah sampai 9 digit, saya mentok masih 7 digit, kadang malah 6 digit. Saya ndak tau sih kalo temen saya gimana, tapi kalau terpaksa ndak punya uang sekalipun saya masih bisa makan gratis ngandelin tanan sepetak di samping rumah.

Balik ke urusan numpuk kerjaan, seiring umur yang bertambah numpuk kerjaan saya lebih masuk akal. Udah dihitung waktunya, ndak grusa-grusu kayak dulu. Saya pengen kaya kok tentu saja tanpa mengorbankan badan. Sudah cukup masa-masa begadang ga jelas. Begadang untuk kerjaan ini buat saya semu. Keliatannya sih banyak kerjaan selesai, tapi setelah itu badannya remuk kerjaan berikut malah terhambat. Badan tua emang ga bisa bohong hehehe.

Selamat nambah tua, Sab! Sehat! Sehat! Sehat!

Ah, random sekali hari ini.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

little angels

They’ve grown up.

Mereka memang masih anak-anak tapi sangat berbeda dibanding ketika pertama kali aku bertemu mereka. Kaki-kaki memanjang dan mulai menyamai si tante ^^, lidahnya semakin pandai berkomentar *ouch*, dan hatinya tak lagi sempit seperti dulu. Mereka menempuh lebih banyakr perjalanan dibanding si tante ketika seusia mereka dulu dan punya banyak kesempatan bertemu orang baru. Semoga semakin bertambah usia, semakin lebar dan lapang hati mereka.

Sejak si ponakan cowok pindah ke Jakarta, kesempatan mereka ngumpul bareng sangat berkurang. Lebaran tahun lalu adalah terakhir kali mereka bertemu. Meski begitu ternyata mereka tidak lupa satu sama lain. Dalam percakapan jelang lebaran via telepon, si tante mencuri dengar ponakan cowok mengatakan kangen, pengen cepat ketemu yang dijawab kurang lebih sama oleh si kembar. Mereka juga kangen, pengen cepat. Aw, sejak kapan ponakan-ponakanku sejujur ini ^^;

Sepanjang libur lebaran di rumah Mbah Putri, di sela-sela kewajiban sungkem ke tempat kerabat mereka anteng main bersama dan membuat karya seni yang dipamerkan di teras rumah. Duh, ponakan-ponakan ini makin lama makin bikin terharu. Kebanyakan lihat si tante ini mah, komennya emak si ponakan. Hehehe, I’m a proud aunt.

pameran keong

rumah keong yang diwarnai

seniman keong di studio mereka alias teras rumah mbah putri

Posted in Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

murasaki

Anggrek di tembok samping rumah telah mekar. Murasaki. Ungu.

Posted in Uncategorized | 1 Comment

my first ennichisai

My first ennichisai and I’m so happy I want to come back next year ^^

Ennichisai berkonsep street festival. Diadakan di satu sudut Blok M yang memang menjadi pusat ngumpulnya orang-orang Jepang di Jakarta. Karena diadakan di outdoor, kekhawatiran utama adalah hujan tapi ternyata cuaca panas juga menyiksa. Hari pertama sedikit mendung, matahari bersahabat sekali. Hari kedua matahari sangat bersemangat, booth kami yang menghadap ke timur dihajar panas habis-habisan T_T

Ini penampakan display box yang dibuat sebelumnya ketika dipakai di ennichisai. Baru ingat untuk moto pas udah sore, barang-barang sudah banyak yang habis, penampakannya jadi kurang cantik :(

Such a small corner. I should make it bigger next time.

sai cornerKetika malam tiba, lampion dinyalakan. Ini lampion yang berada tidak jauh dari booth kami.

Oya, di siang hari biasanya ada mikoshi yang diarak keliling kompleks ennichisai. Yosha!

Yang paling bikin syahdu adalah kembang api di malam terakhir. Cantik.

Sebenarnya sebelum berangkat sudah punya niatan untuk ngambil banyak foto tapi pas di lokasi malah ga terlalu mikirin foto. Rasanya hanya pengen menikmati yang ada. Tapi jadinya ketika harus posting foto yang bisa dipilih cuma sedikit hehehe.

Jadi kenapa pengen ke ennichisai lagi? Karena menyenangkan. Cuacanya sempat panas banget, jalannya sempat umpel-umpelan tapi secara keseluruhan sangat sangat menyenangkan. Jalannya lumayan lebar, booth makanan beraneka macam, hiburan banyak, objek foto berlimpah.

Finally, goodbye little tokyo. See you again next year (pray)

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

display box

Dalam rangka memanfaatkan si Kakak yang sekarang tinggal di rumah, minggu ini rencana membuat display box yang sudah lama direncanakan akhirnya jadi kenyataan juga. Meskipun si Kakak dari awal bilang hanya akan membantu memasang engsel dan paku-memaku, endingnya semua dikerjakan oleh si Kakak hehehe. I am a happy little sister ^^

Intinya hanya 2 kotak berukuran sama yang disatukan dengan engsel. Masing-masing kotak berukurannya 42 cm x 35 cm x 4,5 cm. Total tebal ketika ditutup 9 cm.

Kotak display dalam posisi terbuka.

Tapi kalau cuma seperti ini masih jelek. Mood untuk ngecat juga tidak ada akhirnya kemarin saya beli MG film 1 meter dan double tape ukuran besar dan kecil.

MG film ini dipakai untuk menutup sisi luar kotak biar keliatan manis dikit. Masangnya ternyata tricky terutama bagia deket engsel. Mungkin pelapis ini sebaiknya dipasang sebelum memasang engsel.

Display box yang sudah dilapis akan jadi seperti ini :

Cantik ya hehehe ^^

Bagian dalam hanya sisi samping saja yang dilapis karena bagian bawahnya nantinya akan ditutup wadah-wadah kecil untuk display. Apakah box ini bisa menjadi display yang efisien baru akan ketahuan tanggal 24-25 Mei nanti di ennichisai. Semoga deh ya ^^

Posted in Uncategorized | Leave a comment

21 Januari 2014

Januari 2014 adalah satu masa yang membuat saya tidak ingin ke mana-mana, tidak melakukan apa-apa.

Suatu pagi tiba-tiba kami terdampar di rumah sakit dan memulai ritual ketidakpastian untuk 12 hari selanjutnya. Menunggu di depan ruang ICU, menjenguk ke dalam bila memungkinkan, dan selalu bertanya-tanya masihkah ada harapan. Dalam waktu 12 hari tersebut saya menjadi sangat religius. Berkomunikasi intens denganNya untuk 1 masalah utama yang berkecamuk di benak saya : ‘Tuhan, apa yang harus saya inginkan untuknya? Kematian atau kehidupan?’.

Berharap kematian sepertinya menunjukkan kalau saya tidak sayang padanya. Tapi setelah perjuangan bertahun-tahun, serangan berkali-kali, saya tahu ini mungkin sudah puncaknya. Tubuhnya lelah, semangatnya nyaris tak ada. Serangan kali ini mematahkan semua yang ada padanya, juga mematahkan kami.

Lalu suatu pagi akhirnya saya pulang ke rumah dengan sedikit ringan. Keluar ICU, ke ruang biasa, harapan! Tapi di perjalanan pulang sebuah sms membuyarkannya. Kembali ke rumah sakit dengan tergesa-gesa, ‘wait for me, please. wait for me. don’t go now, wait for me’.

Kematian. Beberapa lama setelah kembali ke sisinya, nafasnya lebih tenang dari hari sebelumnya. Semakin tenang, semakin tenang, lalu menghilang. Siang itu langit menangis, siang itu ibuku juga menangis.

Dari lantai 2, mobil jenasah terlihat mendekati gedung. Hari itu kami pulang. Mengantar bapak menuju peristirahatan terakhir.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

#hellofest9

9-10 November di Senayan.

2 hari yang melelahkan namun penuh inspirasi. Hellofest selalu terasa seperti piknik ketimbang event jualan produk Sabi X Irumi. Yup, Sabi x Irumi, kolaborasi spesial dengan seorang teman di Indonesian Sisterhood of Travelling Kimono.

Melihat banyak cosplayer dengan penuh kesungguhan mempersiapkan kostumnya serasa mendapat energi baru untuk ikut berkreasi. Favorit saya masih tokusatsu karena sejak beberapa tahun lalu membuat kostum sampai sekarang masih belum bisa membuat kostum toku. !@#$%^&*, keren banget kostum tokusatsunya >_<

Yang paling membahagiakan sih ada beberapa karakter yang jarang terlihat, nongol di event ini. Ada dari karakter Pokemon (sayangnya lihatnya pas ga bawa kamera) dan 1 dari salah 1 anime Ghibli Sen to Chihiro : KAO NASHI ^^

I want to kiss the person behind that mask :* :) ))

Posted in cosplay, kanzashi | Tagged , , | Leave a comment

meranggas

Di musim kemarau, pohon jati meluruhkan dedaunannya untuk mengurangi penguapan, hibernasi ala tanaman. Istilahnya meranggas. Seperti pohon jati ada kalanya saya tidak mampu berkreasi, buntu.

Maka seperti pohon jati yang sabar menunggu hujan, saya sabar menunggu ide-ide datang kembali dan siap berkreasi.

Posted in Uncategorized | Tagged | 1 Comment

kanzashi bouquet

a gift for a friend’s wedding

kanzashi bouquet 1

kanzashi bouquet 2

kanzashi bouquet 3

kanzashi bouquet 4

kanzashi bouquet 5

Posted in kanzashi | Tagged , , , | 2 Comments

failed obi

Saya membuat obi untuk seorang teman, jenisnya fukuro obi. Biasanya saya disodori kain motif sehingga tugas saya cukup menjahitnya saja. Suatu hari si teman menyodori kain denim polos. Terpikir betapa membosankan denim ini dengan warna biru abu-abunya. Akhirnya saya putuskan untuk memberi sulaman di bagian taiko-nya.

Motif saya ambil dari buku ini :

Kira-kira bagian taiko akan jadi seperti ini :

Paling suka bagian kupu-kupunya >_<

Inilah hasilnya ketika dipakai :

Kesalahan mengukur taiko menyebabkan kupu-kupu menghilang T_T *urek-urek tanah di pojokan*

 

Posted in yukata | Tagged , , | Leave a comment