Balada Si Merah Seksi

Kimononya emang seksi sih, kimononya lho...

Hari itu saya merasakan yang namanya sliding. Sliding dalam balutan kimono merah dan zori licin. Hanya sesaat sebelum masuk taksi, di depan hotel yang berada di jalan ramai. Saya dan alas kaki bagus sepertinya memang tidak bisa berkawan, atau saya dan siapa pun yang memutuskan untuk mencuci sesuatu sehingga membasahi konblok berpasir yang saya lewati mungkin sebaiknya bermusuhan. Tidak ada waktu, kami sudah terlambat, jadi yang saya lakukan setelah seorang satpam membantu saya berdiri adalah segera masuk taksi dan duduk dalam posisi aneh sepanjang perjalanan kami menuju studio foto. Bagian pantat basah, ah, kimono sutra merah itu ternoda.

Let me tell you something funny about silk kimono : kimono itu ga pernah dicuci. Kimono sutra pantang kena cairan karena akan membuat bahannya berkerut dan warna kimono pudar. Setelah dipakai, kimono cukup diangin-anginkan. Lho emangnya ga kotor tuh kena keringat? Itulah mengapa ada juban, yang sampai sekarang menurut saya fungsinya adalah handuk keringat :p. Well, katanya sih kimono bisa dicuci, tapi di air mengalir. Jadi, pewarna kimono biasanya dari bahan alami yang tidak melekat sebagus pewarna kimia berkualitas bagus, air mengalir mengurangi kemungkinan pewarna yang luntur untuk lekat di bagian tertentu dan menyebabkan warna tidak rata. Katanya dulu (entah masih atau tidak sekarang ini) di Jepang, kimono dicuci di sungai. Yah, kebayangnya di aliran sungai yang sejuk dan bersih gitu, nyuci sembari ngadem. Alamak, mana ada sungai bersih di Jawa ini.

Lucky me (ndak beruntung juga sebenarnya), saya pakai warna kimono yang bold dan bukannya warna soft. Sesaat setelah sampai di studio foto, cek-cek singkat kondisi kimono sepertinya baik-baik saja. Ndak terlihat ada yang luntur, jadi foto-foto ala model amatir yang kami, saya dan tiga teman lain, lakukan bisa berjalan dengan lancar. Ehm, ya… selancar yang model amatiran + fotografer amatiran bisa lakukan ^^;

Beberapa hari kemudian, saya mengecek ulang si kimono merah. Luntur.

Huwaaah, si merah seksi itu luntur.

Memang tak seberapa dan di bagian yang tidak terlalu menarik perhatian jadi luntur itu tak akan terlihat kecuali diperhatikan benar. Dan mungkin karena saya masih punya beberapa kimono yang sama sekali belum terpakai sehingga sedihnya masih bisa ditahan. Tapi kimono lain rata-rata berwarna soft dan sekali ternoda akan terlihat. Shoot!

 

This entry was posted in kimono and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>