Small Size Kimono

Posting serius setelah sekian lama hibernasi adalah tentang kimono ukuran kecil yang saya miliki. Kimono ini saya dapat dengan harga sangat terjangkau (untuk ukuran kimono lho ya) di lapak Kiyora milik Mbak Novita. Sebenarnya saya terkadang ingin membeli kimono tapi selalu urung karena harganya hehehe. Ya, saya memang jenis konsumen yang sensitif harga, apalagi untuk sesuatu yang fungsinya sebagai hobi bukan kebutuhan hidup mati.

Suatu hari saya khilaf melihat Fanpage Kiyora dan melihat kimono ini. Seperti yang disebutkan di atas, harga sangat terjangkau dan yang membuat saya sedikit kaget adalah ukurannya, panjang 146 cm, lebar lengan dan bahu 65 cm, sementara panjang lengan 49 cm. Panjang yukata yang saya pakai biasanya 160-an cm, ini hitungannya cukup panjang untuk saya yang tingginya 150 cm kurang 2 cm (ouch!). Tetapi karena biasanya memang yukata standar seukuran itu dan biasanya ada ohashori (lipatan yukata di bagian pinggang), jadi sebenarnya panjang yukata standar masih bisa saya pakai.

Tidak berapa lama setelah saya terima kimono ini, muncullah kesempatan untuk memakainya.

abaikan maskernya, fokus ke ohashori-nya ^^

And I have to say this “size does matter”.

Tangan tidak tenggelam dan ohashorinya rapi sekali. Karena ohashori yang rapi ini, bagian pinggang jadi tidak terlalu tebal dan saya jadi terlihat (sedikit) lurus hehehe. Yes, cantik versi memakai kimono adalah tanpa curve. Selama ini saya selalu iri melihat partner in crime saya, Vika, yang selalu pantas memakai kimono dengan badannya yang lurus itu. Seharian saat memakai kimono ini, saya berhenti iri pada Vika huehehehe.

bagian punggung masih belum bisa rapi hiks

obinya tebel dan kaku, yang narik harus kuat (salut untuk Vika)

Untuk obi, saya memakai hanhaba obi dengan chouchou musubi. Karena ini termasuk kimono jenis komon, yaitu kimono dengan pattern yang ada di keseluruhan kimono dan bukannya di bagian tertentu saja. Komon dipakai untuk acara informal, jadi hanhaba yang cukup bagus ini sudah cukup menurut saya. Hanhaba ini juga saya dapat dengan harga yang terjangkau dari Mbak Novita ^^

tampak samping. obijime dan obiage kacau ^^

Di hari tersebut, dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam, saya tidak terlalu sering membetulkan kimono saya. Saya anggap ini suatu peningkatan karena hari itu gerak saya sangat tidak karu-karuan karena kami harus mengurus yukata untuk ratusan orang.

Saya ndak tau ini pattern apa

Kimono ini bisa jadi terjangkau menurut saya karena beberapa hal. Pertama ukuran, ukuran small kurang populer untuk konsumen Eropa-Amerika jadi kurang laku. Kedua, pattern-nya sedikit kasar. Jadi, beberapa kimono memiliki pattern yang dilukis dengan cat khusus seperti kita melukis di kanvas, nah kimono ini hasil catnya tidak terlalu rapi.

Terakhir, bonus foto saya dan my partner in crime, Vika di penghujung hari.

Vika yang tetep cantik, saya yang tetep serampangan :p

 

This entry was posted in kimono, yukata and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Small Size Kimono

  1. warmi says:

    wih sabi di jepang :o

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>