Sabi is Back!

Sudah sekian bulan berlalu sejak terakhir update blog. Haaah… I’m such a lazy person. But malas ini hanya berlaku yang berkaitan dengan blogging, masalah pekerjaan tentu saja tidak terlalu malas hehehe. Well, ndak kerja berarti ndak ada duit untuk beli pulsa. Ndak ada pulsa berarti ndak bisa internet-an. Terkutuklah makhluk yang tak bisa hidup tanpa internet sepertiku ini. Dan pas semangat nulis muncul lagi ternyata saya lupa password sodara-sodara, jadilah saya harus ngubek-ngubek semua note sampai akhirnya pass untuk blog ini bisa terbuka. Saat pass ketemu eh semangat nulis nyungsep lagi.

Jadi sudah sekian bulan berlalu tanpa crafting. Beneran, sama sekali tidak ada kegiatan crafting baik untuk komersil maupun untuk kesehatan mental. Hidup berputar di yukata dan kimono terutama pembuatan tsuke obi. Tsuke obi atau pre-tied obi adalah obi yang bisa langsung dipakai tanpa harus bingung membuat simpul. Tsuke obi ini berguna sekali untuk mereka yang kesusahan mengikat obi.

Dulu beberapa kali pernah membeli langsung tsuke obi tapi setelah dipikir beberapa kali, membeli tsuke obi dari luar negeri (Jepang) itu sangat tidak ramah di kantong terutama ketika kurs rupiah sangat tidak bersahabat seperti sekarang. Bagian bow menghabiskan tempat sehingga tidak efisien ketika dikirim dan beberapa kali juga meski membeli di Jepang tapi tsuke obi yang didapat adalah buatan Cina yang kualitasnya yaaaa gitu deh.

 

ini obi yang beli dari luar, entah buatan mana tapi ini jenis obi baik-baik alias tsuke obi yang bagus

Akhirnya coba-coba bikin obi sendiri. Mencoba berbagai jenis kain, pilihan untuk pengeras bow, ukuran bow, kait untuk bow, dll. Sudah banyak versi yang dicoba dan masih belum dapat formula yang memuaskan semua orang. Tentu saja dibanding versi pertama yang sekarang ini sudah jauh lebih baik tapi sepertinya jalan menuju kepuasan itu hampir tak terlihat (lebay mode on).

 

Ini generasi awal tsuke obi buatan sendiri. Jelek banget, belum tau pengerasnya mesti pake apa. Malu banget kalo inget ini >_<

Generasi entah ke berapa. Sampai sekarang bentuk dan ukuran yang paling sering dibuat adalah yang seperti ini. Perbaikan lebih kepada bagian dalam bow-nya.

Berkaitan dengan tsuke obi ini, ada seorang teman sekaligus customer yang rajin ‘memberi’ saran. Customer seperti ini yang paling saya suka. Mengerti bahwa yang namanya Sabi ini bodoh dan masih harus diberi banyak pelajaran soal per-yukata-an. Diskusi adalah cara terbaik untuk memuaskan kedua belah pihak. Customer bahagia, daku juga bahagia. Mbak Agnes, aku padamu deh *wink*.

This entry was posted in yukata and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>