sannin party dan setumpuk yukata

Tiga Februari kemarin, saya dan 2 orang teman meluncur pagi-pagi buta menuju kampus Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Atas nama Indonesian Sisterhood of Traveling Kimono kami membuka lapak rental yukata di event Sannin Party 7. Sannin Party adalah festival Jepang yang rutin digelar SMAN 1 Solo.

di awal hari, masih rapi

Itu adalah hari yang sangat panjang untuk kami. Malam sebelumnya kami baru tidur jam 1 pagi karena nyasar-nyasar sewaktu mencari venue di Solo. Sampai di venue sesaat sebelum pintu khusus tenant ditutup. Setelah persiapan dll, beberapa orang mulai mendatangi booth ISoTK, tanya-tanya dan mulai menunjukkan minat. Saya belum lagi sempat pake yukata sementara partner saya, Yuki, sudah mengenakan yukata sejak dari Jogja.

siang hari, yuki masih rapi

Setelah membantu beberapa orang memakai yukata, ada jeda sedikit untuk saya memakai yukata. Tapi saya mesti belajar ‘behave’ karena yukata tersebut tidak tahan lama rapinya. Demi kepraktisan, ponsel saya letakkan di bagian dalam yukata, tapi karena saya harus beberapa kali mengecek lama penyewaan akhirnya yukata tersebut mulai tidak karuan bentuknya :(

sore hari, yukata sabi terkena badai T_T

Tidak ada waktu untuk merapikan yukata, customer adalah raja, atau dalam kesempatan kemarin lebih tepat kalau disebut customer adalah ratu :D . Jadi di booth sempit 2×2 m, kami bertaruh dengan kemampuan sendiri secepat mungkin memakaikan yukata untuk lebih dari 40 orang. Tentu saja tetap harus rapi!

Di sore hari ketika hujan mendadak turun dan kami terpaksa mengungsi ke selasar terdekat, Yuki mengeluhkan kemampuan dirinya memakaikan hanhaba obi yg jauh dari sempurna. Saya dalam hati merasa kami harus berlatih lagi untuk memasangkan yukata dengan lebih cepat dan rapi dan memperbaiki manajemen dan cara kerja supaya lebih efektif. Karena 40 orang dalam jangka waktu 7 jam itu masih kurang cepat. Karena meski banyak yang merasa puas dan tertawa-tawa mendatangi dan meninggalkan booth kami, saya melihat 1 orang dengan tatapan tidak enak meninggalkan booth kami, tak sempat memakai yukata karena ia datang di belakang antrian 6 orang. Meski kami hanya mencoba bersenang-senang dan berbagi kebahagiaan mengenakan yukata koleksi kami pribadi, jiwa bakul saya sangat benci melihat customer kecewa.

partner in crime yuki dan adi, sie apa aja :D

semoga ada customer yang ngetag fotonya T_T ~ sabi, bakul yang lupa bikin dokumentasi

 

This entry was posted in yukata and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to sannin party dan setumpuk yukata

  1. Margret says:

    I see you share interesting content here, you can earn some additional money, your website has big
    potential, for the monetizing method, just type in google
    - K2 advices how to monetize a website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>